07 Oktober, 2010

Etika Menggunakan Telephone

ivanjaya.netivanjaya.netSemua hal pasti ada etikanya , ada aturan walau kadang ada slentingan aturan dibuat untuk dilangggar itu gak bener ivanjaya.net, itu prinsip kewan ckckckck yang tidak terbiasa dengan aturanivanjaya.net. Sebenarnya sebuah etika dan aturan itu tidak diperlukan ketika memang sudah mbeneh (njalur, lurus baik), namun idealnya sebauh komunitas ada yang baik ada pula sebaliknya maka itulah sebuah aturan diperlukan untuk menyeimbangkan agar tidak terlalu mblewer (sekehendak hatinya) masing-masing ivanjaya.net, untuk yg jahat supaya tidak menjahati dan yang baik tidak tertindas.

jadi tidak benar kalau ada ungkapan ada peraturan untuk dilanggar, kalo yang melanggar berarti tidak berada dalam posisi yang benarivanjaya.net

“Assalamu’alaikum. Bisa bicara dengan Aisyah?”, tanya Hanifah dari seberang. Si penerima telpon menjawab, “Di sini enggak ada yang namanya Aisyah”. Hanifah kaget, “Koq Aisyah nggak ada sih? Bukannya tadi pagi saya menelpon kesini? Ini kos sebelah kampus khan? Nomornya 89898989 khan?” Dijawab, “Wah, si Mbak ini bandel! Disini nggak ada yang namanya Aisyah! Ini rumah saya sendiri, dekat sawah, bukan dekat kampus! Lagian ini nomornya 89898987!” Tut..tut..tut.. akhirnya telpon ditutup. Ending cerita: Hanifah malu…


Ufffss… beginilah efek sebuah kecerobohan. Gara-gara salah satu digit, Hanifah mendapat malu, plus ‘kedapatan’ mendhalimi orang lain. Nggak lucu khan?! Semoga ini adalah musibah terakhir untuk Hanifah, sehingga tidak terulang lagi untuk ke depannya. Untuk itu, Hanifah kudu belajar dan mempraktekkan adab-adab bertelepon. Kayak apa sih? Yuk, ikutan belajar!

  • Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi
    sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur
    atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan
    orang lain.
  • Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon,
    karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai
    waktu tidur dan istirahat, waktu makan dan bekerja.
  • Jangan memperpanjang pembicaraan tanpa alasan, karena khawatir
    orang yang sedang dihubungi itu sedang mempunyai pekerjaan penting
    atau mempunyai janji dengan orang lain.
  • Hendaknya wanita tidak memperindah suara di saat ber-bicara
    (via telpon) dan tidak berbicara melantur dengan laki-laki.
    Allah berfirman yang artinya: “Maka janganlah kamu tunduk dalam
    berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya,
    dan ucapkanlah perkataan yang baik
    ”. (Al-Ahzab: 32).
    Maka hendaknya wanita berhati-hati, jangan berbicara diluar kebiasaan dan
    tidak melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon, apalagi memperpanjang
    pembicaraan, memperindah suara, memperlembut dan lain sebagainya.
  • Hendaknya penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum,
    karena dia adalah orang yang datang, maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya
    dengan salam dan juga menutupnya dengan salam.
  • Tidak memakai telpon orang lain kecuali seizin pemilik-nya,
    dan itupun bila terpaksa.
  • Tidak merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya,
    apapun bentuk pembicaraannya. Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan
    dan mengungkap rahasia orang lain, dan inilah tipu muslihat. Dan apabila rekaman
    itu kamu sebarluaskan maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan
    terhadap amanah. Dan termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam
    pembicaraan orang lain dan apa yang terjadi di antara mereka
    . Maka,
    ini haram hukumnya, tidak boleh dikerjakan!
  • Tidak menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif,
    karena telepon pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah yang Dia berikan kepada
    kita untuk kita gunakan demi memenuhi keperluan kita. Maka tidak selayaknya
    jika kita menjadikannya sebagai bencana, menggunakannya untuk mencari-cari
    kejelekan
    dan kesalahan orang lain dan mencemari kehormatan mereka,
    dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan. Ini haram hukumnya, dan pelakunya
    layak dihukum.

disalin Jilbab Online dari ebook “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari“,
hasil download dari alsofwah.or.id

TELEPON, apalagi telepon seluler, sudah sulit dipisahkan dan hidup setiap orang. Meski begitu, penggunaan telepon seluler di tempat kerja terkadang bisa mengganggu kehidupan dan kerja orang lain.
Misalnya, perbincangan yang terlalu lama di telepon dengan teman atau keluarga malah mengganggu kerja Anda, juga orang di sekitar Anda.

Karena itulah, untuk menjaga etika penggunaan telepon seluler di tempat kerja, ada baiknya Anda mengikuti petunjuk di bawah ni, seperti di kutip dari aol.com.

Jangan bunyikan ring tone

Sebaiknya setel ponsel Anda dengan nada getar. Ponsel yang terus berbunyi, apalagi jika nadanya berbeda-beda, bisa sangat mengganggu konsentrasi kerja. Lagi pula, Anda juga tentunya tak ingin bos Anda mengetahui kalau Anda sering menerima telepon pribadi saat sedang bekerja.

Gunakan hanya untuk hal penting

Jika Anda sedang bekerja, sebaiknya gunakan ponsel tersebut hanya untuk menerima telepon penting Anda bisa mengaturnya di ponsel hingga hanya telepon dari orang-orang penting saja yang Anda terima. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa memberitahukan penelepon jika Anda sedang bekerja dan memintanya untuk menelepon kembali setelah pekerjaan Anda selesai.

Sambungkan dengan voice mail

Jika Anda sedang sibuk bekerja dan tak yakin apakah telepon tersebut penting atau tidak, biarkan voice mail Anda yang menjjawab dan menerima pesan dari si penelepon. Langkah ini lebih praktis daripada Anda harus mengangkat telepon dan mengatakan bahwa Anda sedang tidak bisa bicara karena sibuk bekerja.

Cari tempat yang nyaman

Jika Anda harus menerima telepon pribadi saat bekerja atau istirahat, lebih baik cari tempat yang sepi atau nyaman untuk melakukannya. Selain agar Anda nyaman membicarakan hal pribadi, orang lain pun tidak perlu terganggu dengan pembicaraan Anda dengan lawan bicara di telepon.

Jangan mengangkat telepon di restroom

Anda mungkin saja menrima telepon dari orang penting, dan dia bisa saja mendengan suara toilet flushing atau apa pun yang menandakan bahwa Anda sedang di toilet. Hal ini tentunya akan sangat tidak mengenakkan bagi Anda berdua. Berbicara di toilet yang suasananya tenang juga menimbulkan rasa tak nyaman bagi penerima telepon maupun orang yang mendengarnya.

Jangan menerima telepon saat rapat

Bahkan jika ponsel tersebut di-setting dengan nada getar akan sangat sopan jika Anda mengangkatnya saat atasan atau rekan kerja tengah menyampaikan ide atau membahas masalah yang serius. Mengangkat telepon saat sedang rapat juga menandakan bahwa Anda tidak berkonsentrasi penuh pada materi rapat.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Disalin dari: OKEZONE





Beberapa hal yang mungkin perlu ditambahkan dari pengalaman saya adalah banyak hal yang masih belum kita perhatikan dalam menelpon, hihi walau aku sendiri belum full bisa beretika dalam bertelpon ckckckivanjaya.net, ya lahirnya tulisan ini karena keprihatinan pada diri pribadi dan sebagai catatan untuk bisa selalu saya ingat ivanjaya.netdemi kebaikan dan berakalak yang baik, sesunggguhnya nabi muhamaad diutus untuk memperbaiki aklak walau dulu blum ada tellpon tapi sebanrnya akan sama ,

Keberadakan kantor saya yang belum ada operator telpon (kayaknya memang tidak akan ada ivanjaya.net) sehingga siapa saja akan memungkinkan menerima telepon dan menyambungkan ke karyawan yang lain, kalau yang menerima belum tau etika dalam bertelpon hihi tidak tau kaya apa jadinya,

Percaya tak percaya, ketrampilan menjawab telepon merupakan hal penting dalam kesuksesan bisnis. Hingga kini telepon, masih jadi alat utama dalam kebanyakan bisnis untuk membuat hubungan dengan para langganan. Dan cara anda menjawab telepon di perusahaan anda akan jadi bentuk kesan pertama dari pelanggan.

Maklum, inilah jalinan komunikasi yang menentukan berhasil tidaknya anda untuk membujuk orang. maka jawab semua panggilan telepon sebelum dering ke tiga. Anda tak mau orang yang berada di penghujung saluran menjadi tidak sabar dan emosinya meluap.

Saat anda menerima telepon, usahakan selalu dengan suara yang hangat dan penuh antusias. Nada suara anda yang ditangkap akan jadi salah satu kesan bagi pelanggan, sambut penelepon dengan sopan dan jangan lupa sebutkan nama serta perusahaan anda.

Ucapkan setiap kata dengan jelas, pertahankan suara anda tetap lembut, dan bicara perlahan serta sejelas mungkin saat anda sedang menjawab telepon, sehingga penelepon dapat menangkap ucapan anda dengan mudah dan memahaminya.

Aturlah pengunaan bahasa secara baik, utamakan untuk menjawab dengan bahasa formal yang mampu dimengerti secara umum. Jangan sekali-kali menggunakan bahasa keseharian.

Selalu tanyakan pada penelepon, apakah tak keberatan untuk menunggu sejenak saat anda menyambungkan dengan orang yang dituju, dan jangan melupakan orang yang menunggu tersebut, jika saat disambungkan ternyata orang yang dimaksud tidak ada, pastikan kemana orang tersebut pergi, sebelum kembali bertanya apakah penelpon mau meninggalkan pesan atau menghubungi lagi beberapa saat.


Yang perlu diperhatikan ketika menyambungkan telepon kepada rekan kerja yang dituju sebaiknya dengan jelas dari mana, atau dari siapa agar rekan kerja yang ditelpon dapat menyiapkan segala sesuatunya atau yang dituju berkenan menerima telepon dari orang itu atau tidak, hal ini sangat diperlukan mengingat tidak semua telepon harus diterima (hanya orang yang bersangkutan yang tau dan itu termasuk privasi masing-masing), sangat tidak lucu dan etis ketika meyambungkan telepon tanpa memberitahukan dari mana tiba-tiba disambungkan, sedang yang bersangkutan sebenarnya tidak berkenan menerima telpon dari orang itu karena alasan pribadi, dalam hal kerja juga memungkinkan hal seperti ini, semisal ada salah satu klien meminta disambungkan kebagian lain, misal ke bagian acunting, berilah waktu untuk acunting yang akan disambungkan tadi untuk menyiapkan jawaban dari data-data yang ia punya agar smua berjalan baik,

Ingatkan penelpon anda akan menyampaikan kepada orang yang dituju bahwa orang tersebut menghubungi, bahkan ketika penelpon tidak memintanya. Jika penelpon memberikan pesan, tuliskan pesan dari penelepon dengan lengkap dan benar.

Jika ada sesuatu yang anda kurang pahami atau tidak tertangkap pesan ang diberikan, mintalah dengan sopan untuk mengulang kembali. Dan pastikan pesan tersebut sampai pada yang dituju.

Pastikan panggilan telepon bisnis anda dijawab dalam setiap deringan dan dijawab dengan cara yang profesional.

Sumber,
http://widiy.blogspot.com/

Bagikan

Jangan lewatkan

Etika Menggunakan Telephone
4 / 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

SILAHKAN BERKOMENTAR UNTUK KASIH MASUKAN

Diberdayakan oleh Blogger.